Kamis, 13 Maret 2014

Internal Protokol (IP)

INTERNET PROTOKOL (IP)

Alamat IP ( Internet Protokol Address atau sering disingkat IP ) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap computer host dalam jaringan internet.

IP address
Kelas – kelas atau bisa dibilang macam-macam, tapi dalam bahasa jaringan disebut kelas. IP address memiliki 5 kelas yaitu :

1.      Kelas A
Fungsi kelas A adalah jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitas 16 juta host.
Formatnya:
-          Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
-          Bit pertama : 0
-          Panjang Network ID : 8 bit
-          Panjang Host ID : 24 bit
-          Byte pertama : 0-127
-          Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangankan)
-          Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
-          Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

2.      Kelas B
Fungsi kelas B adalah jaringan dengan ukuran sedang- besar.
Formatnya :
-          Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
-          2 bit pertama : 10
-          Panjang Network ID : 16 bit
-          Panjang Host ID : 16 bit
-          Byte pertama : 128 – 191
-          Jumlah : 16.384 kelas B
-          Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
-          Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

3.      Kelas C
Fungsi C adalah untuk jaringan berukuran kecil.
Formatnya:
-          Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
-          3 bit pertama : 110
-          Panjang Network ID : 24 bit
-          Panjang Host ID : 8 bit
-          Byte pertama : 192 – 223
-          Jumlah : 2.097.152 kelas C
-          Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
-          Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

4.      Kelas D
Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host- ID.
Formatnya :
-          4 Bit Pertama : 1110
-          Byte Inisial : 224 – 247
5.      Kelas E
Fungsi kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental.
Formatnya :
-          4 Bit Pertama : 1111
-          Byte Inisial : 228 – 255
Menghitung IP
1.      Host ID
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen.
2.      Network ID
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Contoh :
Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
3.      Netmarsk
Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :
membedakan Net-ID dan Host-ID
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0
4.      Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
5.      Multicast
Satu source (sumber) dan group destination (tujuan). Hubungan satu ke banyak. Router multicast mengcopy packet untuk dikirim ke lebih dari satu interface

 IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Contoh :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dstNote : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Contoh :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dstNote : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
IP Dynamic
IP dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah. Alamat IP dinamik diberikan oleh ISP untuk node yang tidak permanen terhubung ke Internet, seperti komputer di rumah, komputer yang menggunakan sambungan dial-up. Alamat IP dinamik diberi secara otomatis menggunakan protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), atau Point-to-Point Protocol (PPP), bergantung pada tipe sambungan Internet. Node yang menggunakan DHCP terlebih dulu meminta alamat IP dari jaringan, dan otomatis mengkonfigurasi antar muka jaringannya. Alamat IP bisa diberi secara acak dari sebuah kumpulanalamat IP dari ISP anda, atau mungkin diberi menurut sebuah kebijakan. Alamat IP yang diberi oleh DHCP berlaku untuk waktu yang ditetapkan (dikenal sebagai waktu sewa / leased time). Node harus memperbarui sewa DHCP sebelum waktu sewa berakhir. Segera setelah memulai lagi, node mungkin menerima alamat IP yang sama atau yang berbeda dari kumpulanalamat IP yang tersedia.
IP Statis
IP statis yaitu IP yang dedicated dengan sebuah PC, computer atau perangkat networking lain (misal router). Alamat IP statik adalah sebuah pemberian alamat IP yang tidak pernah berubah. Alamat IP statik penting karena server memakai alamat IP ini dan mungkin mempunyai pemetaan DNS menunjuk kepada server tersebut, dan biasanya memberikan informasi kepada mesin lain (seperti email server, web server, dll. ). Blok alamat IP statik mungkin diberi oleh ISP anda, baik dengan permintaan atau otomatis bergantung pada cara anda hubungan ke Internet.



DHCP

Protokol Konfigurasi Hos Dinamik (PKHD) (bahasa Inggris: Dynamic Host Configuration) Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_protocol_suite
http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar